Petualangan Gus Rommy Susuri Gua Jomblang di Yogyakarta

ROMAHURMUZIY.COM – Sebagai satu-satunya Ketua Umum (Ketum) partai termuda di parlemen, M. Romahurmuziy yang saat ini menjabat sebagai Ketum Partai Persatuan Pembangunan  (PPP) selain memiliki bakat dalam bermusik juga memiliki rasa cinta pada dunia petualangan, khususnya petualngan di alam.

Ketum Romahurmuziy mengaku senang berkesempatan mengunjungi dan berpetualang menyusuri Gua Jomblang yang berada di Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta. Gua ini termasuk gua yang memiliki daya tarik tersendiri. Oleh karenanya banyak wisatawan asing yang juga mengunjungi gua ini.

Jomblang juga dikenal sebagai salah satu gua unggulan wisata di Geopark Gunung Sewu. Salah satu geopark yang diakui oleh UNESCO selain Gunung Batur di Bali dan Ciletuh di Sukabumi.

“Gua ini menawarkan pemandangan yang luar biasa. Di sini pengunjung bisa menikmati spot yang disebut cahaya surga yang muncul dari atas gua dan hanya bertahan sekitar dua jam setiap harinya,” ungkap Ketum Romahurmuziy, Senin (8/10/2018).

Selain itu, Ketum Romahurmuziy juga mengungkapkan, setiap bulannya ada sekitar 2.000 wisatawan, bahkan hampir keseluruhannya wisatawan asing berkunjung ke gua ini. Namun yang kami sayangkan keberlangsungan wisata Gua Jomblang dan berbagai gua lainnya di Gunungkidul terancam karena adanya peternakan ayam berskala besar di dekat lokasi wisata.

“Kami berharap keberadaan gua-gua wisata ini tidak terganggu oleh kegiatan yang merusak iklim wisata yang saat ini dimiliki Gunungkidul ini,” jelas Ketum Romahurmuziy.

Senada dengan itu, Ketua Asosiasi Wisata Gua Indonesia (Astaga) Cahyo Alkantana menjelaskan, saat ini memang ada aktivitas peternakan ayam yang menggunakan lahan sekitar 6 hektare dari 20 hektare yang sedang direncanakan.

Pihaknya juga mengkhawatirkan mengingat lorong yang digunakan sama, bau dari peternakan ayam itu akan mengganggu wisatawan berada di dalam gua. Terlebih izin usaha peternakan itu diduga belum miliki amdal (analisis mengenai dampak lingkungan).

“Ada tiga sungai yang terhubung dengan semua gua di Gunungkidul, yang semuanya mengerucut di bawah lokasi peternakan, sehingga kuman dan bakteri E. coli bisa mencemari sungai yang ada,” tutur Cahyo. (Ch)

2018-10-09T14:07:43+00:00