Soal Pengakuan La Nyalla, Ketum PPP Sebut Tak Perlu Dimasalahkan Lewat Hukum

ROMAHURMUZIY.COM – Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M. Romahurmuziy menaggapi pengakuan La Nyalla Mattalitti mantan politikus Gerindra yang menumpahkan semua uneg-unegnya terkiat dengan tidak akan memilih Prabowo sebagai Presiden RI di Pilpres 2019.

La Nyalla bahkan menegaskan dirinya akan potong leher apabila Prabowo menang di Madura. Sebab, pihaknya mengakui pada Pilpres 2014 lalu, dirinyalah yang ikut menyebar fitnah Jokowi seorang PKI dengan lisan dan tabloid Obor Rakyat.

Ketum Romahurmuziy menilai, pengakuan La Nyalla bisa memberikan kekuatan moril agar segera sadar kepada orang yang masih memviralkan Jokowi sebagai Komunis.

Selain itu, Ketum partai termuda di parlemen tersebut mengaku pernah menjadi bagian dari jantung pemenangan tim Prabowo-Hatta di 2014. Isu Jokowi komunis, antek asing dan antek aseng  itu sepenuhnya di publikasi di tabloid obor rakyat dan isu yang dibuat jelang Pemilu 2014.

“Itu dibuat oleh mereka-mereka yang berhadapan dengan Jokowi pada 2014,” ungkap beliau, Kamis (13/12/18).

Senada dengan itu, Ketum Romahurmuziy mengungkapkan, pernyataan tersebut bisa dengan mudah dibuktikan saat partai Gerindra pada 2005, 2010 mengusung Jokowi sebagai Walikota Solo serta di 2014 di Pilkada DKI Jakarta mengusung Jokowi-Ahok, isu Jokowi komunis tidak ada.

“Kalau 2014 timbul isu PKI, masyakarat kan bisa menyimpulkan  siapa yang buat. Apa yang disampaikan La Nyalla menegaskan isu antek komunis, antek aseng, antek asing itu bener-bener isu yang dipublikasi,” tegas beliau.

Berdasarkan itu juga, Ketum Romahurmuziy menilai, pengakuan La Nyalla mengenai penyebar fitnah Jokowi Komunis tidak perlu dipermasalahkan lewat hukum.

“Tabloid Obor itukan sudah divonis pelakunya, jadi kalau La Nyalla mengatakan dia ikut menyebarkan, diakan kepanjangan tangan dari tim kampanye nasional prabowo kala itu. Jadi, tabloid obor rakayt itu mulai dari pemred sampai penulisnya kan sudah dipenjara bahkan sidah selesai menjalani hukuman,” pungkas beliau. (Ch)

2018-12-15T16:26:46+00:00