Romahurmuziy: Jangan Pisahkan Agama dan Negara

ROMAHURMUZIY.COM – Ketua Umum PPP, M. Romahurmiziy menyebut ada sekularisasi yaitu upaya untuk memisahkan agama dan negara. Sekularisasi dan sekularisme ini menurutnya harus dihadang guna menjaga Indonesia sebagai negara yang agamis dan berketuhanan.

Ia menyebut, agama dan negara saling membutuhkan. Mengutip kitab monumental Ihya Ulumuddin karangan Imam Ghazali, Rommy menyebut bahwa agama dan negara saling menguatkan dan seperti saudara kembar yang tak terpisahkan.

“Agama adalah pondasi (asas) dan kekuasaan adalah penjaganya. Segala sesuatu yang tidak punya pondasi niscaya akan roboh. Sedangkan segala sesuatu yang tidak mempunyai penjaga niscaya akan musnah,” kata Rommy saat bertemu dengan sejumlah ulama di Kota Bandung, Minggu (3/3/2019) malam.

Para pendiri bangsa sejak awal juga mengakui pentingnya agama, maka mereka meletakkan ketuhanan yang Maha Esa dalam sila pertama Pancasila. Sila inilah yang menjiwai semua sila dalam Pancasila.

“Dalam kacamata Partai Persatuan Pembangunan, kemanusian pada sila kedua merupakan menasiaan yang berketuhanan. Persatuan dalam sila ketiga adalah persatuan yang berketuhanan,” kata Rommy.

Begitu juga dengan kerakyatan di sila keempat merupakan kerakyatan yang berketuhan, serta keadilan di sila kelima merupakan keadilan yang berketuhanan. Makanyya menurut Rommy, pagam sekularisme ini perlu dibendung bersama-sama.

Rommy mengakui bahwa Indonesia bukan negara agama, namun agama dan kekuasaan saling melengkapi dan tidak bisa dipisahkan. Negara harus memberikan perhatian besar pada kehidupan beragama.

“Dalam memilih pemimpin pun kita harus mencari pemimpin yang mengerti dan mempunyai keberpihakan pada agama. Dalam Islam memang tidak diatur bentuk negara dan cara memilih pemimpin. Namun terkait kriteria calon sosok pemimpin yang akan dipilih, Islam telah memberikan pedomannya yaitu pemimpin yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya,” pungkas Rommy. (Ish)

2019-03-08T14:24:45+00:00