Tanggal : 26-03-2017

Profil Ir. M. Romahurmuziy, MT


BIODATA DIRI 

M. Romahurmuziy (lahir di Yogyakarta, 10 September 1974) adalah anggota DPR RI periode 2009-2014 dan terpilih kembali untuk periode 2014-2019 dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mewakili Daerah Pemilihan Jawa Tengah VII yang meliputi Kebumen, Purbalingga, dan Banjarnegara. Darah aktivis Rommy, sapaan akrabnya, mengalir dari ayahnya, Prof. Dr. KH. M. Tolchah Mansoer, SH, yang merupakan pendiri Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), anggota DPR Gotong Royong (Orde Lama), Rois Syuriah PBNU 1984-1986, serta guru besar hukum tata negara di IAIN Sunan Kalijaga dan Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta. Tradisi gerakan juga mengalir dari kakeknya, KH. M. Wahib Wahab, Menteri Agama RI 1959-1962. Ibunya, Dra. Hj. Umroh Machfudzoh, adalah pendiri Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU), Ketua DPW PPP DIY 1985-1995, dan Ketua Umum Wanita Persatuan Pembangunan 1993-1998, organisasi sayap PPP.

Menempuh pendidikan Sekolah Dasar sampai dengan Sekolah Menengah Atas di kota Gudeg, Jogja, Rommy menamatkan pendidikan dasarnya di SD Negeri Ungaran (1987), SMP Negeri V (1990) dan SMA Negeri 1 (1993). Dari Jogja, ia hijrah ke Bandung untuk mendapatkan gelar Sarjana Teknik Fisika (1999) di Institut Teknologi Bandung. Tak berhenti sebagai sarjana, ia melanjutkan gelar Magister Teknik (2002) di jurusan Teknik dan Manajemen Industri, Fakultas Pascasarjana, ITB.

Kecerdasannya sudah terlihat sejak kecil. Serangkaian prestasi akademik dan keagamaan ditorehkannya, mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, sampai nasional. Di antara prestasi yang diraihnya, selalu menjadi juara sekolah, langganan pemenang di berbagai kejuaraan tingkat provinsi, mulai dari Musabaqoh Tilawatil Qur’an, Musabaqoh Tartilul Qur’an, Cerdas Cermat Agama, Cerdas Cermat Komputer, dan puncaknya adalah sebagai Siswa Teladan Tingkat Nasional tingkat SMP dan SMA mewakili provinsi DIY.

Di samping kecerdasan intelektual, Rommy juga dikenal memiliki bakat olah seni yang menyertai perjalanan hidupnya. Tercatat, Rommy mengantarkan Bhinneka Svara, grup band SMAN 1 Jogja sebagai juara di kontes band antar SMA di Jogja. Pembetot bass ini juga pernah tercatat sebagai pemenang lomba macapat dan lomba lawak antar sekolah.

Bakat kepemimpinan melekat padanya sejak kecil. Sejak SD selalu menjadi ketua kelas, saat SMP menjadi Ketua Sie Kerohanian Islam, dan saat SMA mendirikan Forum Koordinasi Ketua OSIS se-DIY. Di bangku kuliah, ia aktif sebagai salah satu Ketua Lembaga Kemahasiswaan di Masjid Salman maupun Himpunan Mahasiswa Teknik Fisika, ITB. Pengalaman organisasi yang begitu kuat dipadu dengan intelegensia yang mumpuni dan bakat seni yang melekat itulah yang kemudian mengantarkannya menjadi salah satu tokoh muda bangsa saat ini.

Sebagai aktivis dengan segudang kegiatan dan haus bacaan, kiriman orang tua yang hanya cukup membiayai kuliah mengharuskan ia berdagang aneka rupa sejak bangku perguruan tinggi, mulai dari aneka garment hingga alat-alat kesehatan. Selulus kuliah, Rommy pernah tercatat bekerja sebagai Kasie Impor PT. Kayaba Industri, anak perusahaan Astra International yang bergerak dalam produksi shock absorber. Ia juga pernah tercatat sebagai dosen jurusan Teknik Fisika, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Namun semangat kewirausahaan juga yang pada akhirnya membawanya sebagai project manager PT Syntegra International, produsen batubara yang beroperasi di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Peruntungan usahanya menjadikan hingga hari ini ia memiliki ribuan karyawan yang bergerak dalam berbagai bidang usaha.

Sebagai putra pejuang PPP yang sejak tahun 1982 sudah senantiasa mengikuti ibundanya berkeliling kampanye, Rommy baru memulai karir politiknya secara resmi sebagai Wakil Sekretaris Jenderal DPP PPP periode 2007-2011 dan anggota komisi Energi DPR RI pada 2009-2011. Pada 2011-2014, ia dipercaya sebagai Ketua Komisi Pertanian DPR RI dan menjadikannya sebagai komisi paling produktif dengan menghasilkan sembilan undang-undang yang berpihak kepada petani, nelayan, dan masyarakat hutan. Muktamar VII PPP di Bandung pada tahun 2011 mengantarkannya sebagai Sekretaris Jenderal termuda dalam sejarah PPP pada saat usianya belum genap 37 tahun. Karir politiknya terus berkembang hingga terjadinya dinamika tajam di PPP sepanjang tahun 2014. Di tengah rivalitas Koalisi Indonesia Hebat dan Koalisi Merah Putih di tingkat nasional pasca Pemilu Presiden, Rommy terpilih sebagai Ketua Umum, lagi-lagi termuda, secara aklamasi dalam Muktamar VIII PPP di Surabaya, 15-17 Oktober 2014. Pada pemilu 2014, ia kembali terpilih sebagai anggota DPR RI dan saat ini duduk di Komisi Hukum DPR RI.

Bagi cicit pendiri NU, KH. A. Wahab Chasbullah (pahlawan nasional 2014) ini, Hidup adalah Perjuangan. "Dengan berjuang kita menjadi sadar, betapa luas medan pengabdian kita kepada Allah SWT dan kepada sesama," demikian ujarnya. “Membangun Keluarga, Membangun Bangsa”, adalah motto hidup yang ia yakini akan membawa Indonesia kepada keunggulan. Dua motto hidup itulah yang terus disosialisasikan pria Virgo ini ke manapun ia berorasi menyampaikan pandangannya.