Makna Tawassul Menurut Ketum Romahurmuziy

ROMAHURMUZIY.COM – Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M. Romahurmuziy mengungkapkan, dalam perjalanan menuju ziarah ke tiga makam di Cirebon dan Demak, beliau menyebut bahwa ziarah merupakan tradisi Nahdlatul Ulama (NU) yang sering disandingkan dengan tradisi tawasul.

Ketum Romahurmuziy juga menjelaskan beberapa pengertian terkait dengan makna tawassul yang diperbolehkan. Pertama melalui penyebutan nama-nama Allah atau Asmaul Husna. Kedua, dengan menyebut amal baik yang pernah dilakukan, yang mana hal ini pernah disebutkan tentang kisah tiga pemuda yang terjebak di dalam gua. Setelah sempat putus asa, mereka bergiliran menyebutkan kebaikan yang pernah mereka lakukan. Sampa akhirnya berhasil mengangkat batu yang sebelumnya menutup pintu gua.

“Yang ketiga yaitu saat kita bertawassul melalui orang yang sudah meninggal, yang paling penting adalah manakibnya, atau mengetahui riwayat kebaikan yang sudah dilakukannya,” jelas Ketum Romahurmuziy, Minggu (5/8/2018).

Terlebih, lanjut Ketum Romahurmuziy, dengan mengetahui kebaikan orang tersebut, kita dapat mengambil barokahnya. Dengan cara seperti itu juga, kita dapat lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Oleh sebab itu, Ketum Romahurmuziy mengingkatkan agar terlebih dulu mengetahui profil dan kebaikan orang yang di ziarahi. Hal ini dilakukan agar terhindar dari taqlid buta, dengan tidak mendatangi makam yang diri sendiri tidak mengetahui.

“Jangan sampai kita berziarah ke makam yang kita sendiri tidak mengetahui siapa yang dimakamkan di sana,” ungkap Ketum Romahurmuziy.

Dalam hal itu, diketahui Ketum Romahurmuziy sendiri berziarah ke dua kota wali yaitu makam Sunan Gunung Djati di Cirebon, makam K.H. Fuad Hasyim (pendiri Pesantren Nadwatul Ummah) Buntet Cirebon, dan makam Mbah Abu Qurshuddin di Kecamatan Bonang, Demak. Mbah Abu Qurshuddin sendiri adalah seorang ulama dan juga guru dari K.H. Zubair, ayah K.H. Maimoen Zubair. Dan Ketum Romahurmuziy juga merupakan salah satu cucu dari Mbah Qurshuddin. (Ch)

2018-09-05T00:46:44+00:00