Ketum PPP Tanggapi Pernyataan Titiek Soeharto Soal Orba

ROMAHURMUZIY.COM – Beberapa waktu lalu, Titiek Soeharto kembali menjadi buah bibir publik tanah air. Hal itu karena Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya ini berjanji apabila pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menang dalam pemilihan presiden 2019 nanti, RI akan kembal seperti zaman Soeharto.

Sebelumnya, diketahui pernyataan ini diunggahnya melalui akun twitter pribadinya, @TitiekSoeharto pada Rabu (14/11). Cuitan tersebut Titiek mengulas kembali masa-masa pemerintahan ayahnya, konon Indonesia dalam keadaan yang sukses dan swasembada pangan.

“Sudah cukup… Sudah saatnya Indonesia kembali seperti waktu era kepemimpinan Bapak Soeharto yang sukses dengan swasembada pangan, mendapatkan penghargaan internasional dan dikenal dunia,” kata Titiek.

Terkait dengan pernyataan tersebut, Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M. Romahurmuziy menaggapi, beliau mengulas masa kecilnya di masa orde baru sangat kelam. Gus Rommy sapaan akrabnya mengakui kampanye yang di dendangkan Titiek sangat berbahaya. Sebab, banyaknya peristiwa kelam di masa orde baru.

“Kampanye ini menurut saya adalah kampanye yang membahayakan. Kenapa? karena memang pada jaman orde baru pemerintahan saat itu menggunakan gaya kedok demokrasi pancasila, diatas nama demokrasi pancasila, yang mereka lakukan pertama adalah memberangus seluruh kekuatan lawan politik yang ada, bahkan sampai penghilangan nyawa,” ungkap Gus Rommy.

Selain itu Gus Rommy juga menjelaskan, pada masa itu semua partai oposisi dikerdilkan oleh rezim pemerintah. Beliau juga mengisahkan, kediamannya seringkali diserang secara brutal setiap masa kampanye. Bahkan tokoh PPP ada yang dilenyapkan.

“Pada saat kampanye bahkan secara formal, mereka melakukan pengkerdilan lawan politik termasuk kami partai persatuan pembangunan (PPP). Saya masih sangat segar dalam ingatan, betapa pada tahun 87, kita waktu itu saya adalah anak dari seorang dewan pimpinan wilayah PPP DI Jogja, ibunda saya almarhumah adalah Ketua Wilayah saat itu. Rumah kami diserang setiap kampanye dan yang menyerang tentu kekuatan orde baru dengan partai politiknya waktu itu. Saya mengalami beberapa minggu dikawal gerakan pemuda kakbah ketika sekolah karena takut diculik,” Gus Rommy mengisahkan.

Meskipun jaman pemerintahan Soeharto, lanjut Gus Rommy, juga menghasilkan prestasi, akan tetapi bagi Gus Rommy kepemimpinan tersebut sangatlah membahayakan. Menurutnya, sistem tersebut sangat kental dengan aroma kepemimpinan yang diktator dan otoriter.

“Saya kira wacana menghidupkan kepemimpinan ala orde baru ini sangat membahayakan, karena kepemimpinan saat itu sangat otoriter, sangat diktator, dan inilah saat ini yang dituju oleh mereka dengan menggunakan kedok agama,” pungkas Gus Rommy. (Ch)

2018-11-23T15:09:12+00:00