Ketum PPP: Silahkan Polisi Proses Jika Kubu Paslon 01 Lakukan Hoaks

ROMAHURMUZIY.COM – Jelang Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 17 April 2019 mendatang, Presiden Joko Widodo menginstruksikan kepada seluruh komponen TKN Jokowi-Ma’ruf untuk menetralisir arus penyebaran hoax. Presiden Jokowi meminta kepada Kapolri untuk menindak tegas siapapun yang menebar hoaks di masyarakat.

Sementara itu, Ketua Umum (Ketum) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M. Romahurmuziy mendukung instruksi Presiden Jokowi untuk lebih gencar menetralisir penyebaran hoax. Pihaknya juga yakin Polri akan bersikap adil dalam menindak penyebaran hoaks baik kepada pendukung paslon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin atau pun paslon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“(Jika) dari kubu paslon 01 ada yang melakukan hoaks, silakan saja (ditindak). Kami tidak dalam posisi menghalangi atau menahan kepolisian untuk proses mereka,” ujar Ketum Romahurmuziy, Senin (4/3/2019).

Sebagai Ketum partai termuda di parlemen, Romahurmuziy tentu sangat dekat dengan kaum milenial yang paham soal penyebaran hoax di dunia maya. Pihaknya menegaskan bahwa penegakan hukum di Indonesia bersifat imparsial. Artinya tidak ada keberpihakan. Ia pun membantah anggapan bahwa polisi hanya menindak para pendukung Prabowo.

“Polri sebagai penegak hukum tidak berpihak kepada 01 atau 02. Tapi siapapun yang melakukannya, tanpa ada aduan sekalipun, dia langsung diproses. Karena yang digunakan adalah UU ITE. Jadi sebenarnya siapa saja,” tegas Romahurmuziy.

Beberapa waktu lalu, saat membuka acara Harlah PPP ke-46, Presiden Jokowi mengakui telah menginstruksikan Kapolri Jenderal pol Tito Karnavian agar jajarannya menindak tegas para penyebar hoaks.

Ini berlaku untuk hoaks yang disebarkan lewat media sosial atau pun secara langsung dari rumah ke rumah.

“Saya sampaikan ke Kapolri, tindakan hukum tegas harus diberikan  kepada siapapun yang menggangu persatuan dengan cara sebar hoaks, dari pintu ke pintu atau pun di media sosial,” kata Jokowi.

Jokowi menyebut, menjelang pemilu 17 April 2019, hoaks tak lagi hanya muncul di media sosial, namun juga disebarkan secara langsung dari rumah ke rumah.

Adapun Ketum Romahurmuziy dalam sambutannya sempat menyinggung soal adanya ibu-ibu yang melakukan kampanye hitam kepada pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Tiga ibu-ibu itu mendatangi rumah-rumah dan menyebut tak akan ada lagi azan serta LGBT akan dilegalikan jika Paslon 01 memenangi pilpres. Ketiga ibu itu kini sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh pihak kepolisian. (Ch)

2019-03-05T14:02:13+00:00