Ketum PPP Himbau Masyarakat Tak Terkecoh Citra Bela Ulama

ROMAHURMUZIY.COM – Pemilihan Presiden sebentar lagi akan dilaksanakan sebagai pesta demokrasi lima tahunan bagi bangsa ini. Euforia dalam penyambutannya sudah terasa dari sekarang.

Terkait dengan euforia Pilpres 2019 yang semakin hangat, Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M. Romahurmuziy meminta agar masyarakat tidak terkecoh dengan citra membela ulama yang hendak dibangun pasangan nomor urut 02 Prabowo Subinto-Sandiaga Uno.

Gus Rommy, sapaan akrabnya juga meminta para tokoh agama berani mengungkap berbagai kebohongan yang dilakukan pasangan capres-cawapres nomor urut 02.

Pihaknya menyebut, adab atau kesopanan pasangan Prabowo-Sandiaga terhadap ulama seiring perjalanan waktu semakin terlihat.

“Mereka tidak menghargai bahkan melecehkan para ulama. Ulama yang paling sepuh dan dihormati seperti KH. Maimoen Zubair pun mereka berani tidak menghormati,” ujar Gus Rommy, Minggu (10/2/2019).

Dalam hal itu, lanjut Gus Rommy, upaya tim Prabowo-Sandi dalam membangun citra sangat terlihat, sebagai contoh yang masih hangat beberapa waktu lalu, yaitu tim 02 mempermainkan kesalahan ucap yang terjadi pada Mbah Moen, bahkan Fadli Zon membuat puisi yang menyebut Mbah Moen menukar doa hanya karena adanya bandar.

“Ini belum berkuasa saja, adab mereka kepada ulama sepuh yang paling dihormati aja seperti itu, entah bagaimana kalau mendapat kekuasaan,” tegas Gus Rommy.

Senada dengan itu, pihaknya tidak merasa heran saat banyak santri bereaksi atas apa yang dilakukan Fadli. Santri meminta Wakil Ketua DPR dari Fraksi Partai Gerindra itu tidak menghina dan melecehkan ulama.

Namun, terkait dengan hal itu, Gus Rommy mengaku, sebenarnya tidak heran dengan perilaku Fadli dan tim paslon 02 yang suka mempermainkan ulama. Sejak awal mereka tidak menghargai ulama, walaupun mereka berusaha mencitrakan diri sebagai pembela Islam dan ulama. (Kn)

2019-02-11T19:11:45+00:00