Jadi Pembicara Lokakarya Politik Strategi Pemenangan Pemilu, Ketum PPP Ajak Masyarakat Solo Tak Termakan Hoax

ROMAHURMUZIY.COM – Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M. Romahurmuziy menjadi salah satu pembicara di Lokakarya Politik Strategi Pemenangan Pemilu 2019 se-Solo Raya, yang diselenggarakan di Hotel Sahid Jaya Solo.

Dalam kunjungannya tersebut, Ketum Romahurmuziy juga mengingatkan agar masyarakat Solo, khusunya kader dan simpatisan PPP agar tidak termakan informasi hoax dan fitnah menjelang ajang perhelatan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 ini.

Menurut Ketum Romahurmuziy, sekarang ada banyak sekali fitnah yang menyerang ke pemerintahan saat ini, khususnya ke Presiden Jokowi.

“Kami meminta dan menghimbau agar seluruh kader dan simpatisan PPP untuk turut serta menjaga keamanan dan tidak termakan isu-isu negatif dan berita hoax yang banyak menyebar,” ujar Ketum Romahurmuziy.

Para pemfitnah itu, lanjut Ketum Romahurmuziy, seakan tak berubah sejak zaman Pilpres 2014. Di antaranya pro asing, anti ulama. Fitnah tersebut menurut beliau sangat tidak berdasar dan keji.

“Freeport contohnya, baru di zaman ini Freeport bisa kita rebut kembali. Jelas itu suatu hal yang tidak pro asing,” jelas Ketum Romahurmuziy.

Selain itu, Ketum Romahurmuziy juga mengatakan bahwa Presiden Jokowi sering difitnah pro dengan Tiongkok dan anti ulama.

Pihaknya menilai bahwa fitnah tersebut telah menjerumus ke sara. Bila sudah sara, itu artinya ada yang salah dari cara berpikir para pemfitnah.

“Katanya ada 10 juta tenaga kerja dari Cina. Mana? Angka itu dari mana? Tak pernah berdasar dan hanya diviralkan saja ke sosial media. Ini fitnah sekali. Memang Presiden Jokowi tidak mondok, tidak seperti kader-kader PPP. Tapi beliau muslim yang taat dan sholatnya khusyuk,” tegas Ketum Romahurmuziy.

Oleh sebab itu, pihaknya menginginkan agar masyarakat tidak termakan fitnah menjelang Pilpres 2019. Pilpres 2019 menurutnya harus kaya dengan ide-ide dan solusi untuk kemakmuran masyarakat, bukannya mencekoki masyarakat dengan hoax, berita bohong serta fitnah.

“Mereka-mereka yang fitnah, bikin berita bohong dan hoax jelas tak mampu berpikir jernih dan punya nafsu besar menguasai negara,” pungkas Ketum Romahurmuziy. (Ch)

2018-10-10T14:57:57+00:00