Iklan Bioskop Jokowi Tak Terkait Pilpres, ini Alasan Ketum PPP

ROMAHURMUZIY.COM – Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M. Romahrumuziy mengungkapkan, terkait dengan iklan pembanguna waduk yang berhasil di raih oleh Presiden Joko Widodo dan tampil di bioskop-bioskop Tanah Air tidak ada kaitanya dengan kontestasi Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 nanti.

Bukan hanya sekedar opini, namun Ketum Romahurmuziy juga memiliki beberapa alasan mengapa iklan tersebut bukan masuk sebagai bagian dari kampanye.

“Bagi saya, ini sama sekali bukan iklan politik dan sama sekali tidak terkait dengan pemilu. Pertama, karena Pak Jokowi saat ini belum ditetapkan sebagai Calon Presiden (Capres). Sehingga ini adalah iklan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika,” ujar Ketum Romahurmuziy, Minggu (16/9/2018).

Adapun alasan kedua, lanjut Ketum Romahurmuziy yaitu, iklan di bioskop merupakan cara pemerintah untuk melaporkan kinerjanya selama ini. Masyarakat memiliki hak untuk tahu sudah sejauh mana program untuk kemajuan Indonesia telah dicapai pemerintah. Sehingga masyarakat mengetahui bahwa uang pajak yang selama ini dibayarkan benar-benar digunakan untuk pembangunan.

“Pemerintah memang wajib melaporkan kinerjanya untuk mendukung akuntabilitas, kemana dana APBN yang kebih dari dua ribu triliun itu dibelanjakan,” jelas Ketum Romahurmuziy.

Oleh karena itu, Ketum Romahurmuziy pun menerangkan, sudah tidak perlu diperdebatkan lagi apa yang disampaikan Kemenkominfo di bioskop-bioskop itu sebagai iklan politik atau bukan.

“Yang terpenting masyarakat bisa tahu hasil kinerja pemerintah dan mereka terhindar dari propaganda hoax dan fitnah. Dan masyarakat mengetahui bahwa pemerintah selama ini memang bekerja, dan terus akan bekerja,” pungkas Ketum Romahurmuziy.

Diketahui, sebelum ramai diberitakan partai oposisi yang mengkritik iklan keberhasilan pembangunan pemerintah ditayangkan di bioskop nasional. Mereka menuduh ini adalah iklan terselubung menuju Pilpres. Namun pemerintah dalam berbagai kesempatan membantah tuduhan tersebut. (Ch)

2018-09-17T13:45:50+00:00