Gus Rommy Sebut Duel Khabib vs McGregor Mirip Pilpres

ROMAHURMUZIY.COM – Final Ultimate Fighting Championship (UFC) yang berlangsung pada Sabtu (6/10) malam berhasil mengangkat nama Khabib Nurmagomedov. Pegulat UFC asal rusia tersebut sukses menumbangkan lawannya Connor McGregor dari Irlandia.

Khabib Nurmagomedov berhasil mengalahkan Connor McGregor dalam empat ronde. Pada ronde pertama, McGregor memulai laga dengan agresif. Namun, Khabib Nurmagomedov bisa menahan serangan tersebut. Pada ronde kedua, Khabib langsung menguasai pertandingan setelah meningkatkan intensitas serangan.

Memasuki ronde ketiga, intensitas pertandingan sedikit menurun tatkala serangan yang dilancarkan kedua petarung tampak mulai mengendur. Praktis tak ada serangan yang berarti dari kedua petarung dan membuat laga dilanjutkan pada ronde keempat. Pada ronde keempat, Khabib Nurmagomedov kembali melancarkan serangan spesialisasinya di atas matras dan sukses melakukan kuncian yang membuat Conor McGregor melakukan tap out (sinyal menyerah).

Sementara itu, Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menilai, potret duel yang disebut-sebut terbesar dalam sejarah UFC itu mirip dengan kondisi politik di Indonesia saat ini. Ketum Romahurmuziy menyebut, penantang (termasuk di kontestasi politik) memang kerap melakukan provokasi.

Khabib yang merupakan juara dunia bertahan kelas ringan UFC, dinilai Ketum Romahurmuziy terus diprovokasi oleh McGregor yang notabene penantang. Tindakan brutal dilakukan McGregor dan tim sebelum pertandingan dimulai. Pada akhirnya, juara bertahan berhasil menekuk penantang.

“Di banyak pertandingan atau kontestasi, penantang memang akan agresif melakukan provokasi apalagi jika mengetahui kualitas lawan lebih unggul. Hal ini mirip dengan situasi politik Indonesia akhir-akhir ini,” pungkas Ketum Romahurmuziy. (Ch)

2018-10-09T15:48:19+00:00