Gus Rommy Kagumi al-Quran Kuno di Museum Sejarah Sunda Prabu Siliwiangi

ROMAHURMUZIY.COM – Ketua Umum PPP, M. Romahurmuziy mengapresiasi pengasuh Pesantren Dzikir Al-Fath, KH M Fajar Laksana yang membuat Museum Sejarah Sunda Prabu Siliwangi di lingkungan pesantrennya. Museum memiliki sejumlah artefak sejarah warisan Raja Padjajaran seperti berbagai prasasti, pena dan surat-surat berkasara sunda kuno, kujang, keris, pedang, dan patung.

Diantara koleksi yang ada, al-Quran besar hasil tulisan tangan yang dipercaya dari Syekh Quro Karawang untuk Prabu Siliwangi sangat menyita perhatiannya. Gus Rommy menilai, apa yang dilakukan KH Fajar patut menjadi contoh bagi pemuka agama lainnya.

Agama, budaya, dan agama menurut Rommy memang tidak bisa dipisahkan dan tidak bisa saling menafikan. Pesantren ke depannya, selain belajar tentang agama juga perlu terus memelihara, dan mengolah estetika. Ia yakin pemeliharaan budaya akan membuat santri akan mudah berdakwah dengan mengakomodir budaya yang ada.

“Pembelajajaran agama, khususnya di pondok pesantren ke depan, selain mempelajari ibadah mahdoh dan fiqih, juga mesti melestarikan budaya dan menghargai sejarah yang sangat kaya di Indonesia,” kata Gus Rommy.

Gus Rommy menambahka, setiap daerah di Indonesia mempunyai keunikan dan kekhasannya sendiri. Untuk tanah Sunda misalnya, Rommy menyebutnya merupakan memiliki sejarah panjang dan tinggi. Di Sunda, sebagaimana daerah lainnya, banyak berdiri kerajaan yang mempunyai peranan penting dalam menyebarkan Islam di Nusantara.

“Islam di Indonesia disebarkan dengan kelemahlembutan dan mengakomodir budaya yang ada. Hal ini misalnya tercermin pada dakwah Walisongo,” kata Gus Rommy. (Ish)

2019-03-08T14:35:22+00:00