Blusukan ke Pasar Induk Giwangan, Ketum PPP : Harga Bahan Pokok Stabil

ROMAHURMUZIY.COM – Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M. Romahurmuziy melakukan kunjungan ke Pasar Induk Sayur Giwangan, Yogyakarta. Maksud dari kunjungan tersebut yaitu untuk memantau dan memastikan harga bahan kebutuhan pokok.

Ketum Romahurmuziy menyebut, dari kunjungan tersebut pihaknya mendapati bahwa harga kebutuhan pokok selama beberapa bulan terbukti masih stabil.

“Dari catatan harga yang saya peroleh dan berdasarkan pengakuan para pedagang, hampir semua bahan pangan stabil dan hanya sedikit yang mengalami kenaikan,” ujar Ketum Romahurmuziy, Rabu (10/10/2018).

Selain itu, Ketum Romahurmuziy juga menyebut, diantara harga bahan pokok yang dipantau adalah bawang merah dan bawang putih berkualitas bagus yang masih seharga Rp 12.000 dan Rp 24.000/kg. Sementara tomat seharga Rp 6.000/kg, kacang panjang Rp 7.500/kg, jahe Rp 20.000/kg, kencur Rp 35.000/kg yang semuanya normal.

Ketum Romahurmuziy juga menjelaskan, dari harga bahan pokok yang sudah di pantau, hanya beberapa sayuran yang mengalami kenaikan, yaitu kol atau kubis yang mengalami peningkatan dari Rp 4.000 menjadi Rp 6.000/kg. Hal ini disebabkan oleh pasokan dari Wonosobo yang sedikit.

“Harga kebutuhan seperti beras berkualitas paling bagus di pasar induk Giwangan ini sebesar Rp 12.000/kg. Sedangkan telur dan ayam potong masing-masing Rp 21.000/kg dan Rp 30.000/kg yang semuanya tidak mengalami kenaikan dari sebelumnya,” jelas Ketum Romahurmuziy.

Senada dengan itu, Ketum Romahurmuziy menambahkan, harga bahan pangan yang stabil ini menandakan bahwa kenaikan nilai tukar Dolar AS terhadap Rupiah beberapa waktu terakhir ini memang tidak mempengaruhi harga kebutuhan pokok di Indonesia.

Pihaknya pun menegaskan bahwa pemerintah saat ini telah berhasil menekan laju inflasi. Bahkan dalam dua bulan terakhir, harga kebutuhan mengalami penurunan atau deflasi.

“Stabilitas harga bahan pokok bahkan cenderung sebagian menurun, ini memperkuat data dari BPS (Badan Pusat Statistik) bahwa pada Bulan September terjadi deflasi sebesar 0,18 persen,” pungkas Ketum Romahurmuziy. (Ch)

2018-10-10T15:36:08+00:00