Tanggal : 25-04-2018

PPP Dorong Pemerintah Evaluasi Kebijakan Impor Beras

ROMAHURMUZIY.COM - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M. Romahurmuziy mendorong Pemerintah untuk mengevaluasi kembali kebijakan impor beras. Pernyataan tersebut disampaikan Romahurmuziy usai menghadiri pagelaran teater kebangsaaan Satyam Eva Jayate di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Rabu (24/1/2018).

"Tentu kami dari PPP meminta kepada pemerintah untuk mencoba mengevaluasi kembali apakah memang kebijakan itu sudah pada posisi yang diperlukan atau tidak," papar M. Romahurmuziy.

Menurut M. Romahurmuziy impor beras seharusnya tidak dilakukan terlebih dahulu, karena sebentar lagi musim panen tiba. Beliau menilai biasanya negosiasi impor beras dilakukan pada bulan November.

Sehingga pada bulan Desember beras tersebut sudah masuk, dan pada bulan Januari bisa dilakukan stabilisasi. Jadi tidak mengganggu ketika masa panen sudah masuk di Jawa Tengah pada pertengahan Februari.

M. Romahurmuziy mengkhawatirkan, jika masuknya impor beras tersebut akan mengakibatkan tumpang tindih antara masa panen dan akan menekan harga di tingkat petani.

"Bagi PPP kalo hari ini kita baru melakukan negosiasi dan importasi. Dan masuknya beras impor itu baru pada bulan Februari, nantinya kuatir akan bertabrakan dengan masa panen, dan itu akan menekan harga di tingkat petani. Saya kira, kita harus menelaah dan mengevaluasi kembali," tandas Ketum PPP.

M. Romahurmuziy sebelumnya  pernah menjabat sebagai Ketua Komisi Pertanian DPR RI. Sehingga beliau memahami persoalannya dan memberi masukan, impor beras seharusnya dilakukan pada masa paceklik agar tujuan impor beras dapat menyeimbangkan harga jual dan harga beli. (Ch)

  • Badan Narkotika Nasional
  • BNPT
  • LPKDS
  • KPK
  • Komisi Yudisial
  • polri
  • Mahkamah Konstitusi

© 2015 www.romahurmuziy.com. All Rights Reserved.