Tanggal : 24-11-2017

M. Romahurmuziy: PPP Menolak Tegas Semua Upaya Pelemahan KPK

ROMAHURMUZIY.COM - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menolak tegas semua upaya pelemahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), termasuk wacana pengembalian kewenangan penuntutan kasus korupsi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Kejaksaan Agung, PPP melihat langkah itu sebagai upaya melemahkan fungsi KPK. Selama ini,KPK menjalani proses penyidikan dan juga penuntutan secara independen. Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Ketum PPP M. Romahurmuziy ketika berada di Hotel Neo Aston, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (13/9/2017).

"Wacana seperti mengembalikan (penuntutan) ke Kejaksaan ini adalah hal yang memperlemah ke-adhoc-an (khusus) KPK," tandasnya.

Terkait wacana pemangkasan keistimewaan KPK, menurut pandangan Ketum PPP itu justru semakin memperlihatkan dianggap entengnya kasus korupsi. Padahal korupsi sudah dianggap sebagai kejahatan luar biasa.

"Mempersederhanakan bahwa seolah-olah korupsi itu bukan kejahatan luar biasa. Karena itu PPP dengan tegas tidak mendukung adanya ikhtiar-ikhtiar untuk melemahkan KPK," tegasnya.

Sebelumnya, Jaksa Agung M. Prasetyo membandingkan pemberantasan korupsi di Singapura, Malaysia, dan Indonesia. Prasetyo mengatakan lembaga anti rasuah Malaysia atau Suruhanjaya Pencegahan Rasuah Malaysia (SPRM) dan Corrupt Practices Investigation Bureau (CPIB) Singapura hanya memiliki kewenangan penyelidikan dan penyidikan saja. Sementara, kewenangan penuntutan harus seizin Kejaksaan Agung.

Meskipun dengan membandingkan dan mengadaptasi sistem pemberantasan korupsi di Indonesia dengan yang ada di luar negeri, dengan alasan apapun PPP tetap menolak tegas semua upaya yang berimplikasi pada pelemahan lembaga anti rasuah tersebut. (oky)

  • Badan Narkotika Nasional
  • BNPT
  • LPKDS
  • KPK
  • Komisi Yudisial
  • polri
  • Mahkamah Konstitusi

© 2015 www.romahurmuziy.com. All Rights Reserved.