Tanggal : 24-11-2017

M. Romahurmuziy Berharap Pelajar Putri NU Cerdas Berpolitik

ROMAHURMUZIY.COM - Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M. Romahurmuziy menjadi pembicara dalam seminar Konferensi Besar (Konbes) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU). Di hadapan ratusan pemudi perwakilan IPPNU se-Indonesia, beliau meminta anak-anak muda NU untuk menjadi insan cerdas dalam mempersiapkan diri memasuki tahun-tahun politik kedepan. Konbes tersebut mengangkat tema “Menguatkan Ideologi Bernegara Dalam Perspektif Agama Sebagai Dasar Menolak Radikalisme”. Acara itu digelar di Asrama Haji Yogyakarta Jalan Ringroad Utara, Sabtu (28/10/2017) malam.

Konbes IPPNU ini diikuti oleh perwakilan peserta dari tiga zona yakni Zona Sumatera diwakili PW IPPNU Aceh, Zona Jawa oleh PW IPPNU Jawa Barat, sedang Zona Kalimantan oleh PW IPPNU Kalimantan Barat membacakan ikrar konsekuen dan konsisten menjaga keberagaman dan toleransi pada perbedaan sesuai dengan Pancasila, UUD 1945, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Beliau secara personal memiliki kedekatan dengan IPPNU, karena sang ibu yang mendirikan organisasi tersebut. Anggota IPPNU maerupakan generasi milenial yang menjadi pemilih di Pemilu 2019. Oleh karena itu, nanti akan melakukan debut memilih wakil rakyat dan pemimpin negara dalam tahun politik setahun dan dua tahun kedepan.

“Saya punya kedekatan emosional dengan IPPNU karena dulu, ibunda saya yang mendirikannya jadi hadir dalam acara Konbes ini adalah sebuah hal yang saya nanti-nantikan. Ini sekaligus bagian dari ikhtiar politik PPP untuk serius membangun komunikasi dengan anak muda jaman now, generasi milenial. Karena itulah saya berharap rekan-rekan di IPPNU bisa menjadi insan politik yang cerdas,” ungkap M. Romahurmuziy.

Eskalasi perpolitikan Indonesia beberap tahun terakhir menurut cukup memanas apalagi setelah pemilu 2014 yang dampaknya terus memanjang hingga kini. Isu sekulerisme yang mencuat di pilkada ibukota DKI Jakarta.

“Cukuplah yang kemarin saja dan menurut saya saat ini waktunya generasi baru, generasi milenial untuk ikut berpartisipasi dalam dunia politik yang baik,” ungkap beliau.

Pemilu 2019 mendatang merupakan momentum bagi generasi milenial untuk menggunakan hak warga negara dalam pemilihan umum. Maka dari itu generasi milenial harus bisa berpartisipasi dalam dunia politik secara cerdas dan baik. (ZA)

  • Badan Narkotika Nasional
  • BNPT
  • LPKDS
  • KPK
  • Komisi Yudisial
  • polri
  • Mahkamah Konstitusi

© 2015 www.romahurmuziy.com. All Rights Reserved.