Tanggal : 24-11-2017

Ketum PPP: Politik adalah Panglima yang Menentukan Masa Depan Bangsa

ROMAHURMUZIY.COM - Selama Indonesia masih menerapkan sistem demokrasi, politik akan tetap menjadi panglima dalam menghadirkan pemimpin di Indonesia. Dalam konteks ini, para generasi muda yang memiliki intelektualitas dan integritas sudah seharusnya ikut berpartisipasi mewujudkan politik yang ideal. Pernyataan itu disampaikan oleh Ketum PPP Romahurmuziy saat memberikan pidato dalam acara Konsolidasi Nasional Keilmuan Mahasiswa Pascasarjana UGM, Yogyakarta, Jumat (15/9/2017).

"Karena dalam sistem demokrasi, politik adalah panglima sehingga para politisi akan tetap menjadi pemimpin. Para politisilah yang menentukan hitam putih bangsa Indonesia di masa depan," tandas Romahurmuziy.

Cicit pahlawan nasional pendiri Nahdlatul Ulama (NU) K.H. Abdul Wahab Chasbullah itu mengatakan, dalam era demokrasi saat ini, satu-satunya pilihan yang bisa dilakukan adalah terus memperbaiki kualitas partai politik. Idealnya partai politik diisi oleh orang-orang yang memiliki keilmuan, berintegritas, serta visioner.

Meskipun demikian, menurut Romahurmuziy, aspek ideal dalam politik itu masih sulit diwujudkan selama tingkat pendidikan dan pendapatan masyarakat masih rendah, yang berimplikasi terjadinya praktik politik uang.

"Sehingga yang terpilih dan mengisi partai politik pada akhirnya adalah orang-orang yang merasa selesai dengan membeli suara," ujar ketum PPP.

Pria yang akrab disapa Gus Romi itu juga menghimbau, agar generasi muda tidak bersikap apatis terhadap politik di tanah air, melainkan ikut berperan memperbaiki kualitasnya.

"Karena apatisme itu tidak akan mempengaruhi siklus pemilu yang akan tetap digelar lima tahun sekali," tandasnya. (oky)

  • Badan Narkotika Nasional
  • BNPT
  • LPKDS
  • KPK
  • Komisi Yudisial
  • polri
  • Mahkamah Konstitusi

© 2015 www.romahurmuziy.com. All Rights Reserved.