Tanggal : 14-12-2017

Ketum PPP Ajak Guru PAI Motivasi Anak Menjadi Pengusaha

ROMAHURMUZIY.COM - Ir. H.M. Romahurmuziy memaparkan soal tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini kepada guru Pendidikan Agama Islam (PAI), yang tergabung dalam Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII).

"Kita punya PR bekerja memaksimalkan produktifitas anak didik kita dan meningkatkan potensi kreatif mereka sehingga menjadi nilai tambah. Termasuk bahu-membahu menanamkam akhlak atau moralitas kepada generasi yang akan datang," ungkap Romahurmuziy pada diskusi dengan tema "Pengembangan Islam Rahmatan Lil Alamin dan Perspektif Multikultural", di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Jawa Timur, Ahad (3/12/2017).

Romahurmuziy mendorong agar guru-guru PAI harus juga memberikan motivasi kepada anak-anak didiknya supaya menjadi pengusaha yang baik dan sukses, sebagaimana ditirukan oleh Rasulullah SAW.

"Berikan motivasi anak-anak didik kita untuk menjadi pengusaha. Ini pekerjaan rumah untuk kita. Kita punya tantangan modernitas ke depan," tutur Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut.

Lanjut Romahurmuziy menjelaskan, perlunya pengembangan produk ekonomi dalam negeri yang populer di dunia internasional. Sebab saat ini baru sebagian kecil produk asal Indonesia yang punya nama besar di dunia, yaitu Indomie yang memproduksi mie instant dan mengekspor ke beberapa negara.

"Tapi hari ini kita menggenggam merek yang tidak ada Indonesianya. HP yang ada di Indonesia, tak ada yang bermerek Indonesia. Belum lagi bicara mobil, dari Toyota, Daihatsu, Hyundai dari Korea Selatan, KIA juga, bahkan merek Eropa, BMW Mercedes Benz. Turun lagi ke motor itu sama, Honda Yamaha Suzuki dan lain-lain," terangnya.

Tidak lupa Romahurmuziy dalam kesempatan tersebut, mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjadi pencipta produk dan bukan sekadar pengguna, terlebih produk yang digunakan adalah buatan luar negeri.

Ia mencontohkan penyedia layanan ojek online, Gojek yang disebut memiliki aset lebih besar tiga kali lipat dari maskapai penerbangan Garuda Indonesia, tanpa memiliki banyak kendaraan. "Aset Gojek tiga kali lipat dari Garuda Indonesia. Maka saya mengatakan jangan jadi user tapi jadilah orang kreatif," pungkasnya. (Oky)

  • Badan Narkotika Nasional
  • BNPT
  • LPKDS
  • KPK
  • Komisi Yudisial
  • polri
  • Mahkamah Konstitusi

© 2015 www.romahurmuziy.com. All Rights Reserved.