Tanggal : 22-06-2018

Jadi Narasumber di Forum Peneliti, Ketum PPP Didoakan Jadi Next Wapres

ROMAHURMUZIY.COM - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Ir. H.M. Romahurmuziy M.T., menjadi Narasumber Focus Group Discusson (FDG) di Institut Teknonologi Sepuluh Nopember (ITS), Senin (9/4/2018). Dalam Forum diskusi ini sejumlah peneliti menyampaikan persoalan iklim inovasi di tanah air yang kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah.

Disisi lain banyak peraturan yang dikeluarkan pemerintah yang malah membuat inovasi terhambat. Akhirnya, produk-produk asing merajai Nusantara, sementara brand lokal hilang.

Demikian disampaikan oleh Muhammad Nur Yuniarto, Ditektur Eksekutif, PUI SKO ITS. Yuniarto menyebut saat peneliti yang melakukan inovasi malah banyak keraguan yang disampaikan banyak pihak, termasuk dari masyarakat. Belum ada tidak adanya dukungan dari pemerintah.

“Contohnya saja, saat kami membuat motor listrik, banyak pertanyaan mulai dari kekuatan, cara mengisi daya, hingga lainnya yang kesannya meragukan,” kata Yuniarto.

Padahal produk serupa sudah digunakan oleh Suku Asmat di Papua. Dan produk itu terbukti bisa dipakai dengan baik. “Saat ini BMW sudah membuat mobil listrik. Bahkan produk mobil listrik China sedang antre masuk Indonesia, karena pasarnya yang besar. Sedangkan kita lebih banyak mengkritik inovasi yang sedang dilakukan,” tambah Yuniarto.

Sementara itu Irnanda Laksanawan, Anggota Dewan Riset Nasional juga mengakui banyaknya kendala inovasi yang ada di Indonesia. Ia berharap saat ini RUU inovasi yang mereka usulkan bisa segera teralisasi. “Saya yakin PPP yang dipimpin Pak Romy yang juga seorang insinyur ini, akan mendukung RUU Inovasi ini,” kata Irnanda.

Ia menyebut, Romahurmuziy merupakan sosok anggota DPR dan ketua Partai yang berlatar belakang pendidikan di bidang teknologi. “Beliau ini adalah seorang insinyur dari Institut Teknologi Bandung. Jika beliau diberi kekuasaan, maka akan bisa mempunyai keberpihakan yang besar pada pengembangan teknologi dan inivasi. Mudah-mudahan Pak Rommy menjadi Wakil Presiden,” tambah Yuniarto.

Sementara itu Ketum Romahurmuziy dalam sambutannya juga mengakui bahwa saat ini produk yang Indonesia yang dihasilkan dari rekayasa teknologi relatif tidak ada. Romahurmuziy mencontohkan, hanya tiga dari sepuluh komoditas ekspor terbesar hanya yang mengandung teknologi yaitu otomotif, teksit dan produk tekstil, dan elektronik.

“Dari tiga komoditas ekspor itupun bukan berteknologi tinggi,” papar Ketum PPP.

Romahurmuziy menambahkan, produk Indonesia yang mendunia saat ini hanyalah produk “indomie” yang tidak mempunyai kandungan teknologi.

Alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB) ini menyebutkan bahwa riset adalah masalah lintas sektoral dan perlu kordinasi sejumlah pihak terkait. Ketum Romahurmuziy mencontohkan kesuksesan riset hingga menjadi sebuah produk harus didukung oleh perguruan tinggi, industri, dan kementerian keuangan. Belum lagi terkait dengan sektor lain seperti bidang maritim dan lainnya. (Oky)

  • Badan Narkotika Nasional
  • BNPT
  • LPKDS
  • KPK
  • Komisi Yudisial
  • polri
  • Mahkamah Konstitusi

© 2015 www.romahurmuziy.com. All Rights Reserved.