Tanggal : 16-08-2018

Harapan Ketum PPP untuk Dana Desa

ROMAHURMUZIY.COM - Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Pembangunan (PPP) M. Romahurmuziy mengungkapkan, pihaknya mengharapkan agar tidak semua dana desa dihabiskan untuk pembangunan fisik. Beliau meminta, agar Kades juga memperhatikan sektor pendidikan yang dikelola warga desa, seperti Raudlatul Atfal (RA) atau TK Islam dan Bustanul Atfal atau taman bermain Islam.

Diketahui, saat ini setiap desa mendapatkan dana desa yang dianggarkan dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Dana tersebut dipergunakan oleh berbagai keperluan. Mulai BUMDes, pengembangan produk unggulan, pembuatan embung, hingga sarana olahraga dan lainnya.

“Beberapa waktu lalu saya bertemu dengan kepala RA seluruh Kebumen. Mereka mengeluh tidak mendapatkan dana desa karena tidak dialokasikan. Saya berharap RA dan Bustanul Atfal itu juga mendapatkan perhatian karena berperan membentuk karakter sejak dini,” ujar beliau, Kamis (3/5/2018).

Selain itu, Ketum Romahurmuziy juga mengatakan, pada saat menjadi pembicara di workshop Penggunaan Dana Desa yang dihadiri kepala desa se-Kebumen, Jawa Tengah, di Pendapa Kabupaten Kebumen, Jumat (4/5), pihaknya berharap dana desa bisa membuka lapangan pekerjaan. Di antaranya pelibatan warga dalam proses pembuatan infrastruktur yang dananya berasal dari dana desa. Sehingga, Kades tidak perlu melibatkan kontraktor untuk pekerjaan yang mungkin dilakukan secara swakelola bersama masyarakat. Karena pada dasarnya, dana desa ini mempunyai spirit untuk memperluas lapangan kerja.

Ketum Romahurmuziy juga meminta kepada Kades untuk berhati-hati dalam mengelola dana desa. Sebab, jika tidak, fasilitas yang dianggarkan bisa saja tidak terwujud sesuai dengan yang diinginkan.

“Bahkan, jika tidak dikelola dengan baik, Kades bisa berurusan dengan pihak berwajib untuk mempertanggungjawabkan dana yang dipergunakan,” jelas beliau.

Senada dengan itu Ketum Romahurmuziy merasa yakin, jika dana yang saat ini mencapai Rp 750 juta setiap desa ini dipergunakan dengan baik. Sehingga mampu menyelesaikan banyak masalah. Misalnya tingkat kesehatan masyarakat menjadi lebih baik, tidak ada lagi stunting, tersedianya lapangan kerja, mencegah urbanisasi, hingga menurunkan tingkat ketimpangan antara kota dan desa.

“Dana desa yang saat ini sekitar Rp 750 juta setiap desa ini bisa meningkat hingga mencapai Rp 1,5 miliar per desa, sesuai dengan kemampuan keuangan negara,” jelas beliau.

Kendati demikian, Ketum Romahurmuziy juga mengatakan, dalam memilih program, harus disesuaikan dengan prioritas pemerintah pusat. Seperti pembuatan irigasi dan jalan. Sebab, pemerintah saat ini ingin meningkatkan produksi besar.

“Program desa harus disesuaikan dengan program pemerintah pusat. Hal ini agar semuanya bertemu dalam satu titik yang sama dan masing-masing tidak berjalan sendiri-sendiri,” pungkas beliau. (Mhd)

  • Badan Narkotika Nasional
  • BNPT
  • LPKDS
  • KPK
  • Komisi Yudisial
  • polri
  • Mahkamah Konstitusi

© 2015 www.romahurmuziy.com. All Rights Reserved.