Tanggal : 16-08-2018

Enam Poin Kesepakatan Parpol Koalisi dengan Jokowi

ROMAHURMUZIY.COM - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), M Romahurmuziy mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah mengerucutkan cawapres menjadi satu nama yang akan mendampinginya pada Pilpres 2019. Pengumuman nama tersebut akan dilakukan pada saat pendaftaran capres-cawapres di Pilpres 2019, Agustus 2018.

Beliau juga menuturkan bahwa keenam ketua umum parpol pengusung Jokowi sudah solid dan satu suara untuk cawapres yang akan mendampingi Jokowi pada Pilpres 2019.

"Kami juga memastikan bahwa koalisi ini telah sepakat, bulat untuk menentukan calon wakil presiden dan pengumumannya kita serahkan sepenuhnya kepada Pak Jokowi kapan waktu yang tepat," kata Gus Rommy di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (23/7/2018) malam.

Untuk waktu pengumuman nama tersebut, lanjut Gus Rommy, para ketua umum parpol pengusung menyerahkan sepenuhnya kepada Jokowi. Dia mengatakan pengumuman tersebut merupakan strategi politik yang dilakukan Jokowi nanti.

"Bukan dalam waktu yang lama, dekat. Karena tentu ini terkait dengan strategi politik yang setiap polisi memiliki cara komunikasi kepada publik yang berbeda-beda, sehingga kapan pastinya tentu akan disampaikan," katanya.

Meski Rommy tak menyebut tanggal pasti, dia meyakini pengumuman nama tersebut akan dilakukan Jokowi ditengah waktu pendaftaran yang akan dibuka pada 4 hingga 10 Agustus 2018.

"Mungkin pada hari-hari pendaftaran dan tidak dalam hari pertama pendaftaran," ungkapnya.

Mengenai siapa nama cawapres Jokowi di Pilpres 2019 mendatang, ketua umum partai termuda di parlemen itu memberi petunjuk dengan memastikan publik akan terkejut.

"Tetap, akan ada kejutan dan itu orang yang tidak pernah diduga," kata Rommy dalam perbincangan dengan tvOne, Selasa (24/72018).

Dengan berkelakar, Rommy mengatakan, rasa penasaran memang harus dibuat. Karena itu, dia tidak memberikan petunjuk lebih jauh lagi. Gus Rommy juga menambahkan, dari pihak Jokowi tentu mempersilakan kubu penantang untuk mengumumkan calon terlebih dahulu. Setelah itu, baru mereka keluar dengan pasangan capres-capres yang diusung.

Selain itu, M Romahurmuziy juga mengungkapkan enam poin hasil pertemuan terkait pencapresan antara enam ketum pendukung dan Presiden Joko Widodo, dalam keterangan tertulis seperti dilansir detikcom, Selasa (24/7/2018).

Berikut ini 6 kesepakatan tersebut:

1. Koalisi sepakat mengusung kembali Jokowi sebagai capres 2019 tanpa reserve (cadangan).

2. Koalisi menyepakati enam parpol sebagai formasi solid pengusungan. Dalam hal masih ada parpol lain yang dalam perundingannya di tempat lain tidak berakhir happy ending, koalisi tidak membatasi hanya pada enam parpol. Meski demikian, tambahan anggota koalisi harus disepakati seluruh anggota yang 6 secara mufakat.

3. Koalisi sepakat bahwa dukungan parpol-parpol kepada pemerintahan Jokowi harus dilandasi i’tikad baik, mengedepankan disiplin berkoalisi, konsisten dalam berkomunikasi di dalam dan di luar ruang rembuk koalisi, serta prinsip saling memahami kelebihan dan kekurangan setiap pemerintahan yang harus dikawal dan dikoreksi terus-menerus secara santun, terukur, dan menjunjung tinggi etika politik.

4. Koalisi menyepakati secara bulat 1 nama cawapres warga terbaik untuk Indonesia guna mendampingi Jokowi. Adapun kapan penyampaian namanya kepada publik, koalisi memberikan kehormatan tertinggi kepada Presiden Jokowi untuk mengumumkan pada saatnya.

5. Koalisi juga menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden Jokowi untuk menentukan hari baik pendaftaran pada hari-hari terakhir pendaftaran pilpres, 4-10 Agustus 2018, menyesuaikan juga dengan kesibukan tugas-tugas negara yang beliau emban.

6. Koalisi sepakat memerangi digunakannya hoax, fitnah, dan insinuasi kebencian berlatar SARA sebagai sarana pemenangan kontestasi politik. Seraya mengingatkan penegakan hukum tanpa pandang bulu atas digunakannya hal-hal tersebut dalam pilkada yang telah berlalu maupun pilpres dan pileg tahun depan. Mengingat hal tersebut berpotensi memecah belah sesama anak bangsa dan mengusik kerukunan umat beragama yang mencederai nasionalisme kita. (Mhd)

  • Badan Narkotika Nasional
  • BNPT
  • LPKDS
  • KPK
  • Komisi Yudisial
  • polri
  • Mahkamah Konstitusi

© 2015 www.romahurmuziy.com. All Rights Reserved.