Amien Rais Diperiksa Polisi, Ketum PPP Nilai Terlalu Berlebihan Harus Kerahkan Massa

ROMAHURMUZIY.COM – Kasus yang menimpa Ratna Sarumpaet menjadi masalah tersendiri bagi penegak hukum bangsa ini. Kasus Ratna Sarumpaet sebelumnya telah menghebohkan seluruh negeri oleh hoaks yang dibuatnya.

Dalam penanganannya, Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M. Romahurmuziy meminta kepada pihak kepolisian untuk menyelidik kasus tersebut secara tuntas. Jangan sampai kasus hoaks seperti itu terulang kembali di kemudian hari, pasalnya menyangkut kebohongan terbesar atau megahoaks.

Ketum Romahurmuziy juga mengharapkan perkara tersebut jangan sampai mengendap begitu saja, namun dibongkar bahwa kasus itu semacam orkestrasi atau skenario.

“Kasus itu harus dibongkar sedemikain rupa sehingga ke depan tidak ada orang yang bermain-main dengan hoaks. Karena sampai saat  ini diberbagai medsos masih ada hoaks yang diterbarkan untuk mendiskreditkan pemerintah,” tegas Ketum Romahurmuziy.

Terkait dengan kasus tersebut, polisi juga memeriksa Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais sebagai saksi. Dalam pemeriksaan tersebut Amien dikawal massa dari Persaudaraan Alumni (PA) 212.

Dengan adanya pengerahan massa dalam pemeriksaan tersebut, Ketum Romahurmuziy pun menyayangkan sikap Amien Rais.

“Pengerahan massa itu berlebihan karena itu seperti menyampaikan pesan tidak bersahabat terhadap pemeriksaan yang dilakukan oleh penyidik kepolisian,” ujar Ketum Romahurmuziy usai menghadiri pembelakan caleg PDIP wilayah Solo Raya di Hotel Sahid Jaya Solo, Rabu, (10/10/2018).

Selain itu, Ketum Romahurmuziy juga mengungkapkan, jika Amien Rais tidak melakukan hal-hal yang sebagaimana dibayangkan tidak perlu sebenarnya mengerahkan massa. Pasalnya agenda pemanggilan polisi itu hanyalah sebuah penyidikan biasa.

“Ini kan pemeriksaan biasa belum ada status hukum terkait pemeriksaan itu,” jelas Ketum Romahurmuziy.

Senada dengan itu, beliau menambahkan, sebagai seorang tokoh yang sudah sangat matang dan berpengalaman, mantan Ketum PAN itu tidak perlu membawa massa karena yang dihadapi hanya penyidik biasa.

“Kalau hanya menghadapi seorang penyidik kepolisian masak bawa banyak teman,” pungkas Ketum Romahurmuziy. (Ch)

2018-10-11T15:19:17+00:00